BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Selasa, 03 Januari 2012

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG [ UNNES ]

Universitas Negeri Semarang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Universitas Negeri Semarang
Logo Unnes.png
Didirikan 1965
Jenis Perguruan Tinggi Negeri
Rektor Prof. Dr. H. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si.
Lokasi Semarang, Jawa Tengah
Situs web http://www.unnes.ac.id
Universitas Negeri Semarang (disingkat Unnes) adalah perguruan tinggi negeri di Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Perguruan tinggi ini terletak di Sekaran, Gunungpati, daerah dataran tinggi di bagian selatan Kota Semarang.
Saat ini Unnes memiliki 8 fakultas, yaitu: Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Seni, Ilmu Sosial, Matematika dan IPA, Teknik, Ilmu Keolahragaan, Ekonomi, Hukum yang menyelenggarakan 59 program studi yang teridiri dari program Diploma (D3) dan Sarjana (S1) untuk Program Kependidikan (Keguruan) dan Non Kependidikan serta Program Pascasarjana.
Pada tanggal 12 Maret 2010, Unnes mendeklarasikan diri sebagai Universitas Konservasi dihadapan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh.

Sejarah

Unnes telah berdiri sejak tahun 1965 di kota Semarang, kota tua yang merupakan ibu kota provinsi Jawa Tengah. Dengan enam fakultas dan satu program pascasarjana, saat ini Unnes mendidik sekitar 25.000 mahasiswa yang tersebar dalam jenjang program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana
Sejarah perkembangan Universitas Negeri Semarang yang sebelumnya bernama IKIP Semarang telah dimulai dengan berdirinya berbagai lembaga pendidikan guru di atas SMTA. Lembaga-lembaga pendidikan guru tersebut adalah:
Kursus B-I dan kursus B-II Middelbaar Onderwijzer A Cursus (MO-A) dan Middelbaar Onderwijzer B Cursus (MO-B) merupakan lembaga pendidikan yang disiapkan oleh Pemerintah Kolonial Belanda bertujuan untuk menyiapkan guru-guru SMTP dan SMTA. Kursus MO-A dan MO-B diselenggarakan di Semarang sampai dengan tahun 1950. Dengan Peraturan Pemerintah No.41/1950, Kursus MO-A dijadikan Kursus B-I dan Kursus MO-B dijadikan Kursus B-II yang diselengarakan sampai dengan tahun 1960.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Sekolah Tinggi Olahraga (STO)Tanggal 1 Januari 1961, dengan Keputusan Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No. 108487/S tanggal 27 Desember 1960, Kursus B-I dan Kursus B-II diintegrasikan ke dalam Universitas Diponegoro menjadi sebuah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Pada tahun 1963, Jurusan Pendidikan Jasmani yang semula bagian dari Kursus B-II dipisah menjadi Sekolah Tinggi Olahraga (STO) yang berdiri sendiri di bawah Departemen Olahraga. Perubahan ini didasarkan pada Keputusan Menteri Olahraga No.23 Tahun 1963 tanggal 19 April 1963. Institut keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Yogyakarta cabang Semarang IKIP Semarang Selama IKIP Semarang berdiri, telah terjadi perkembangan-perkembangan sebagai berikut:
Extention Course dan IKIP Semarang cabang Tegal. Didirikan di beberapa tempat, baik di dalam maupun di luar kota Semarang untuk memenuhi aspirasi guru-guru SD, SMTP dan SMTA yang ingin melanjutkan studi keguruan di IKIP Semarang.
Integrasi lembaga Pembinaan Pembaharuan pendidikan dan Kebudayaan (LP3K) dan Sekolah Tinggo Olahraga (STO) LP3K didirikan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan tujuan untuk merelevansikan pendidikan formal di desa-desa dengan tuntutan kehidupan dan modernisasi daerah pedesaan.

Perkembangan Fakultas dan Jurusan di dalam lingkungan IKIP Semarang

Untuk memberikan gambaran tentang sejarah perkembangan Fakultas dan Jurusan yang dikelola oleh IKIP Semarang.
Universitas Negeri Semarang Dengan terbitnya Keputusan presiden Nomor 124 Tahun 1999 tentang perubahan IKIP Semarang, Bandung dan Medan menjadi Universitas, maka IKIP Semarang kemudian bernama Universitas Negeri Semarang.
Media Mahasiswa cukup berkembang di Unnes. Di kalangan sivitas akademika Unnes, beredar Buletin Express yang terbit setiap hari Rabu, majalah Kompas Mahasiswa, tabloid Nuansa dan jurnal Telaah. Keempatnya diterbitkan Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BP2M) Unnes. Selin media cetak, BP2M juga tampil on-line di (www.buletin-express.com)

Fakultas

Fakultas Ilmu Pendidikan
  • Teknologi Pendidikan (S1)
  • Pendidikan Luar Sekolah (S1)
  • Bimbingan dan Konseling (S1)
  • Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1)
  • Psikologi (S1)
  • Pendidikan Guru PAUD (S1)
Fakultas Bahasa dan Seni
  • Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1)
  • Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa (S1)
  • Sastra Indonesia (S1)
  • Satra Jawa (S1)
  • Pendidikan Bahasa Inggris (S1)
  • Sastra Inggris (S1)
  • Pendidikan Bahasa Prancis (S1)
  • Pendidikan Bahasa Jepang (S1)
  • Pendidikan Bahasa Arab (S1)
  • Sastra Perancis (S1)
  • Bahasa Jepang (D3)
  • Pendidikan Seni Rupa (S1)
  • Seni Rupa (S1)
  • Seni Rupa Konsentrasi Desain Komunikasi Visual(S1)
  • Desain Komunikasi Visual (D3)
  • Pendidikan Seni Tari (S1)
  • Pendidikan Seni Musik (S1)
Fakultas Ilmu Sosial
  • Pendidikan Sejarah (S1)
  • Ilmu Sejarah (S1)
  • Pendidikan Geografi (S1)
  • Geografi (S1)
  • Survey dan Pemetaan Wilayah (D3)
  • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1)
  • Pendidikan Sosiologi dan Antropologi (S1)
Fakultas Matematika dan IPA
  • Pendidikan Matematika (S1)
  • Matematika (S1)
  • Statistika Terapan dan Komputasi (D3)
  • Pendidikan Fisika (S1)
  • Fisika (S1)
  • Pendidikan Kimia (S1)
  • Kimia (S1)
  • Pendidikan Biologi (S1)
  • Biologi (S1)
  • Pendidikan IPA (S1)
Fakultas Teknik
  • Pendidikan Teknik Bangunan (S1)
  • Teknik Arsitektur (S1)
  • Teknik Sipil (D3)
  • Pendidikan Teknik Mesin (S1)
  • Teknik Mesin (D3)
  • Pendidikan Teknik Elektro (S1)
  • Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (S1)
  • Teknik Elektro (D3)
  • Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Tata Busana (S1)
  • Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Tata Boga (S1)
  • Tata Busana (D3)
  • Tata Boga (D3)
  • Teknik Kimia (D3)
Fakultas Ilmu Keolahragaan
  • Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (S1)
  • Pendidikan Guru Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar (S1)
  • Ilmu Keolahragaan (S1)
  • Pendidikan Kepelatihan Olah Raga (S1)
  • Kesehatan Masyarakat (S1)
Fakultas Ekonomi
  • Pendidikan Ekonomi Akuntansi(S1)
  • Pendidikan Ekonomi Koperasi(S1)
  • Pendidikan Ekonomi Administrasi Perkantoran(S1)
  • Akuntansi (S1)
  • Akuntansi (D3)
  • Manajemen (S1)
  • Manajemen Perkantoran (D3)
  • Ekonomi Pembangunan (S1)
Fakultas Hukum
  • Ilmu Hukum (S1)
Program Pascasarjana
  • Manajemen Pendidikan (S2)
  • Bimbingan dan Konseling (S2)
  • Pendidikan Bahasa Indonesia (S2)
  • Pendidikan Bahasa Inggris (S2)
  • Pendidikan IPS (S2)
  • Pendidikan IPA (S2)
  • Pendidikan Matematika (S2)
  • Pendidikan Olahraga (S2)
  • Pendidikan Dasar (S2)
  • Pendidikan Seni (S2)
  • Kurikulum dan Teknologi Pembelajaran (S2)
  • Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (S2)
  • Manajemen Kependidikan (S3)
  • Pendidikan Olahraga (S3)
  • Pendidikan Bahasa (S3)

Pendidikan

Pendidikan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
 
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Filosofi pendidikan

Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.
Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya."[rujukan?]
Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

Fungsi pendidikan

Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:
  • Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
  • Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
  • Melestarikan kebudayaan.
  • Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.
Fungsi laten lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.
  • Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.
  • Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
  • Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya.
  • Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.
Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
  • Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
  • Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
  • Menjamin integrasi sosial.
  • Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
  • Sumber inovasi sosial.

Minggu, 01 Januari 2012

Facebook